Boethius dan kontribusinya kepada musik

Boethius adalah seorang salah satu ilmuwan terbesar pada era medieval, lahir sekitar tahun 475 di Roma atau daerah sekitarnya dan meninggal sekitar tahun 524. Berkecimpung di dunia politik, menjadi seorang penulis, pendidik, filsuf, juga seorang ilmuwan.

Pada era di mana kekuasaan politik Romawi mulai melemah, Boethius menyadari bahwa salah satu tugas besar dari Romawi adalah untuk mendidik dunia. Boethius lalu mengambil tindakan dengan menterjemahkan serta mengadaptasi kebijaksanaan dari Yunani ke bahasa latin.  Yaitu termasuk di antaranya ilmu geometri Euclid, ilmu musik Pythagoras, ilmu aritmatika of Nicomachus, ilmu mekanika Archimedes, ilmu astronomy Ptolemy, ilmu theologi Plato, dan ilmu logika Aristotle.

Pada masa itu, seorang ilmuwan harus mempelajari 7 pengetahuan budaya yaitu pertama trivium (tata bahasa, retorika, dialektika, dan logika) diikuti dengan quadrivium (aritmatika, musik, geometri, dan astronomi), dari sini kita bisa melihat bahwa pada masa itu ilmu musik dikategorikan sebagai ilmu matematik sejajar dengan aritmatika dan astronomi.

Mengenai ilmu musik boethius menulis 5 buku, ada pendapat yang mengatakan bahwa kelimanya adalah hasil terjemahan murni dari tulisan pythagoras namun sebagian mengatakan tidak setuju. Dari kelima buku tersebut, boethius menggunakan 15 huruf pertama dari abjad sebagai lambang dari pitch dengan range 2 oktaf. System perlambangan inilah yang akhirnya berkembang menjadi notasi yang kita kenal sekarang.

Karya tulis Botheus dipelajari oleh teoris modern sekarang ini karena dari situlah seseorang dapat mengenal dan memahami teori-teori dari era medieval barat serta perkembangannya.

Di bawah ini saya akan menuliskan kronologi singkat perkembangan notasi balok sampai seperti yang kita gunakan saat ini.

Brief history of written music
➢    Boethius menulis 5 buku tentang teori musik, tulisan ini menjadi baku selama masa medieval.
➢    Pada abad ke 7 sistem “neums” mulai digunakan. Neums menggunakan garis turun dan naik diantara garis lurus untuk menggambarkan pergerakan not. (seperti tanda ‘trill)
➢    Lalu akhirnya berkembang menjadi 4 garis (staff) kemungkinan yang memperkenalkan staff ini adalah seorang ahli musik yang terkenal pada tahun 1000-1050 Guido d’ Arezzo.
➢    Pada akhir abad ke 13 kepala not yang menentukan panjangnya not di klasifikasikan oleh Franco of Cologne.

(tulisan ini merupakan hasil copy-an dari indraaziz.net)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: