Knights Templar

Freemasonry sebagai organisasi rahasia, agama, sekaligus ideologi, tidak dapat dipisahkan dari Knights Templar (Ksatria Templar). Knight Templar adalah suatu ordo kesatria/ legiun pasukan perang yang paling ditakuti pada masa Usury (Sistem simpan-pinjam uang dengan bunga tinggi), dan pencetus alat tukar berupa cek pertama di Eropa di abad ke-13, dan menjadikan Paris sebagai pusat lalu lintas keuangan Eropa. Menguasai tanah yang luas di Eropa dan pendiri banyak sekali kastil dan biara yang tersebar dari Skotlandia hingga ke daerah Tanah Suci (Palestina), diyakini sebagai penemu dan pengawal tabut perjanjian (Ark of the Covenant)Mandillon asli. Menguasai keuangan Eropa pada abad pertengahan, dan merupakan ujung tombak pasukan Crusader di tanah suci. Musa, cawan perjamuan Kristus.

Sayangnya, di saat kekuatan dan kekayaanya semakin menggurita, ketamakannya dan kedoknya mulai terkuak. Para Templar, secara diam-diam justru hanya memanfaatkan gereja meski perilakunya jauh keluar dari iman Katolik.

Diantara penyimpangannya adalah; mereka melakukan ritual-ritual setan yang tak pernah diajarkan dalam Katolik. Para Templar, yang awalnya bersemboyan ‘Para Perwira Miskin Kristus” sesungguhnya adalah orang-orang superkaya. Para Templar menyebut dirinya “tentara miskin”, tetapi dalam waktu singkat mereka menjadi sangat makmur.

Tetapi mereka juga akhirnya harus dibinasakan oleh karena kekayaannya dan ketakutan yang datang dari para penguasa terhadap mereka. Bagaimanapun, kehancuran mereka yang dilakukan oleh raja Perancis Philip yang berkonspirasi dengan Paus Clement di pihak gereja Katolik dinilai terlalu cepat sehingga mengundang banyak pertanyaan tentang mereka. Puncaknya pembantaian besar-besaran terhadap para Templar yg dilakukan oleh inkuisisi Roma dengan berbagai tuduhan mulai dari perilaku seks menyimpang hingga pemujaan terhadap Baphomet. Hari penangkapan para Templar yang jatuh di hari Jumat tgl 13 itu hingga kini dianggap sebagai hari sial di dunia barat.

Vatikan memiliki banyak alasan buat membenci Templar. Salah satunya antara lain adalah struktur monastic yg dimiliki Templar membuat ordo tersebut tidak berada dibawah kontrol langsung dari Paus. Kekayaan dan kepemilikan Templar atas banyak sekali relik-relik suci dan naskah-naskah kudusnya juga merupakan ancaman bagi eksistensi gereja Katolik (bahkan fundamen ajaran Kristen) pada masanya. Relik-relik suci itu antara lain mulai dari kain Kafan Turin, Mandillon (lukisan darah wajah Yesus), cawan perjamuan terakhir, dan Tabut perjanjian Musa (Ark of Covenant) yg merupakan benda paling dicari sepanjang masa itu. Dan satu- satunya alasan bagi gereja supaya bisa menyita kekayaan pribadi/ organisasi tertentu adalah dengan tuduhan melakukan penyesatan dari ajaran gereja.

Pada abad pertengahan, inkuisisi memang terkenal sebagai alat Vatikan guna mencapai tujuan-tujuannya. Sebagian besar inkuisisi berakhir dgn disitanya harta/ tanah dari tertuduh (terfitnah) manjadi milik Vatikan atau berakhir lebih tragis dengan hukuman mati yg (biasanya) didasari tuduhan- tuduhan seperti penyembahan setan, dll.

Sejarah mencatat banyak sekali inkuisisi yg dilakukan Vatikan yg menimpa orang/ kaum/ organisasi tanpa bukti kuat. Dalam kasus Joan of Arc yang dihukum mati, akhirnya Vatikan mengakui kesalahannya dan mengangkat Joan of Arc menjadi Santa (orang kudus) lebih lima ratus tahun setelah dia dibakar hidup- hidup atas nama Vatikan sendiri dengan tuduhan melakukan praktek sihir!

Sedangkan alasan raja Perancis sendiri adalah memang masalah harta. Karena raja Perancis saat itu memiliki hutang yang cukup banyak pada ordo tersebut selain kekuasaannya yang perlahan merasa tersaingi oleh keberadaan ordo tersebut.

Namun yang perlu diketahui adalah tidak ada satupun harta maupun relik kudus yang ditemukan setelah terjadinya ‘holocaust’ tersebut kecuali ratusan Kesatria yang (anehnya) sukarela menyerahkan diri mengalami siksaan dengan tuduhan palsu tersebut. Para ahli banyak menduga bahwa ratusan Kesatria tersebut sengaja berkorban untuk melindungi relik paling suci mereka yaitu ‘The Holly Grail’ dan ‘Ark of the Covenant’. Hal itu dipicu dengan menghilangnya seluruh armada Templar dari pantai Perancis malam sebelum penangkapan besar-besaran tersebut.

Dari sudut Secret Society, penangkapan Ordo Templar, merupakan salah satu cara untuk kembali meng-secret society-kan ordo tersebut dan menyatukannya kembali dengan Ordo Zion setelah Templar berhasil menunaikan tugas mereka di tanah suci selama perang salib. Tugas utama yang dirahasiakan bukanlah untuk berperang melawan kaum Islam atau melindungi para peziarah, melainkan menemukan dan mengamankan relik paling suci yg ada yaitu ‘Holly Grail’ dan ‘Ark of the Covenant’.

Sebagian kaum Templar mengaku mereka melakukan tindakan-tindakan homoseksual, dan bahwa mereka menyembah kepala manusia dan sebuah agama misteri yang dikenal sebagai Bafomet.

Para Templar juga melakukan ritual yang dianggap keluar dari iman Katolik karena meludahi Salib tiga kali, serta mencium bokong orang lain.

Tahun 1307, Raja Prancis Philip le Bel dan Paus Clement V memutuskan untuk menangkap dan membubarkan anggota-anggota ordo ini. Clevement V bahkan mengeluarkan keputusan kepausan dengan nama Vox in Excelso (suara dari langit). Sejak itu, para pemimpin Templar, yang dijuluki “pemimpin Besar (Grand Master)”, mulai dari yang terpenting dari mereka, Jacques de Molay, dihukum mati pada tahun 1314 atas perintah Gereja dan Raja. Kebanyakan mereka dijebloskan ke dalam penjara, namun sebagaian melarikan diri ke tempat yang aman.

Salah satunya mereka berlindung di satu-satunya kerajaan di Eropa yang tidak mengakui kekuasaan Gereja Katolik di abad keempat belas, yaitu Skotlandia. Di sana, mereka menyusun kekuatan kembali di bawah perlindungan Raja Skotlandia, Robert the Bruce. Mereka juga melakukan penyamaran dan melanjutkan gerakan rahasia mereka dalam bentuk gilda (serikat sekerja) di Kepulauan Inggris abad pertengahan lalu mereka menguasainya.

Mereka juga memilih Negara Swiss sebagai tempat pelarian dan penyusunan kembali kekuatannya. Pendeknya, para Templar tidak tertumpas, sebaliknya filsafat serta berbagai kepercayaan dan upacara mereka tetap berlangsung di balik samaran Freemasonry, yang kelak masih ada hubungannya dengan Yahudi dan Zionisme.

Sebuah buku yang ditulis oleh dua orang Mason, Christopher Knight dan Robert Lomas, yang berjudul the Hiram Key pernah mengungkapkan beberapa fakta penting tentang akar-akar gerakan Freemasonry. Menurut mereka, jelas sekali bahwa Masonry adalah kesinambungan dari para Templar.

Tiga hal menarik sebagai informasi:

1. Perkataan Friday the 13th yg sampai saat ini kondang diseluruh dunia (khususnya dunia barat) sebagai hari sial bermula dari peristiwa hari Jumat/ Black Friday 13 Oktober 1307 tersebut.

2. 19 Maret 1314, Grand Master Templar terakhir, Jacques De Molay akhirnya dihukum mati dengan dibakar hidup-hidup setelah mengalami penyiksaan selama tujuh tahun sejak 13 Oktober 1307. Penahanan dan penyiksaan yang lama dilakukan sebenarnya karena pihak Inquisitor berusaha memaksanya untuk buka mulut soal keberadaan Relik suci tersebut. Akan tetapi De Molay setia pada janjinya sebagai pelindung Holly Grail tsb.

De Molay dibakar bersama Geofri De Charney (Templar Perceptor of Normandy) dan pada saat dia dibakar hidup- hidup, sebelum ajal De Molay sempat mengutuk Raja Philip dan Paus Clement, dia berkata bahwa mereka berdua akan segera menyusul kematiannya di tahun yg sama.

Believe it or not, Paus Clement meninggal hanya satu bulan sesudah De Molay dihukum mati dan raja Phillip hanya tujuh bulan setelah peristiwa itu.

3. Adanya hubungan antara legenda bajak laut di Karibia dengan Templar. Sejak armada Templar menghilang dari pelabuhan La Rochele, Perancis, satu hari sebelum ‘holocaust’ berlangsung, banyak penyelidik yakin bahwa armada Templar mengganti lambang Salib merah berujung delapan menjadi lambang tengkorak dan tulang menyilang (skull & crossbone) untuk mengenang ‘holocaust’ tersebut.

Di Inggris banyak sekali makam-makam templar yang pada nisannya terukir lambang tersebut. Oleh para pelaut abad ke 15 -16 lambang tersebut kemudian terkenal dgn sebutan ‘Jolly Rogers’.

(dicopy dai kaskus.us)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: