Concept of Soloing

Solo, bukan nama kota disini, tapi bermain instrumen musik sendiri, dimana kita sebagai drummer dituntunt untuk bisa bermain drum dengan baik dan seindah mungkin dengan drum sendiri, tanpa bantuan alat musik lain (terkadang ada yang menggunakan bantuan alat musik lain, tapi rata-rata sendiri).

nah disini biasanya seorang drummer pemula bahkan tingkat mahir pun sedikit kesulitan melakukannya, karena (menurut gue) solo yang baik itu tidak cuma asal pukul grasak-grusuk sembarangan, tapi solo yang baik adalh yang dikonsep terlebih dahulu, yak konsep itu penting dalam sebuah soloing, karena dengan konsep, kita akan bisa membuat solo itu lebih menarik karena kita sudah mempersiapkan kapan kita harus ber-solo dengan dinamika yang pelan hingga keras, atau velocity yang lambat hingga kencang.

biasanya solo itu dimulai bertahap dari (istilah gampang) pelan-keras-tutup… jadi pada awalnya solo dengan dinamika dan velocity rendah kemudian berangsur-angsur naik hingga akhirnya keras (klimaks) dari solo tersebut…. tapi, bukan berarti solo itu tidak boleh keras dari awal, semua boleh, diatas cuman ide aja… rudiments juga sangat penting dalam solo-ing, singles, doubles, parradiddles, flam, triplet, dan masih banyak lagi rudiments yang masih bisa digunakan dalam soloing, dan itu sangatlah berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: